Tanda Dan Gejala Darah Beku Di Kepala

By | January 30, 2018

Tanda Dan Gejala Darah Beku Di Kepala

Selamat Datang Media Informasi sekaligus website resmi www.obatasamuratterbaik.com satu satunya distributor Walatra Black Garlic yang 100% herbal alami, resmi dan terpercaya.

Bagi Anda yang berada di wilayah Jabodetabek, Tasikmalaya Dan Surabaya Berlaku Pengiriman Same Day ( COD / Cash On Delivery, Gosend, GRAB Expres Dll ) Dapatkan Pelayanan BARANG SAMPAI BARU BAYAR Untuk Kota Kota Tertentu Di Seluruh Wilayah Indonesia.

Tanda Dan Gejala Darah Beku Di Kepala – Bekuan darah bisa terjadi di berbagai bagian tubuh. Misalnya, bisa terjadi di kepala, lengan dan kaki. Dalam kasus ini, kram, bengkak, dan nyeri karena tekanan cenderung terjadi.

Bekuan juga bisa terjadi di jantung dan melibatkan rasa sakit di dada dan lengan kiri, serta berkeringat dan sulit bernafas. Paru juga merupakan area tubuh yang bisa rawan gumpalan darah.

Jika seseorang memiliki bekuan di paru-paru, mereka mungkin akan sulit bernafas, kemungkinan besar akan batuk dan mengalami nyeri dada. Bekuan abdomen juga mungkin terjadi dan disertai dengan sakit perut yang parah, mual, dan muntah.

Bila menyangkut penggumpalan darah di otak atau di bagian kepala, ada banyak tanda potensial, termasuk masalah dengan penglihatan atau ucapan, kejang, dan perasaan lemas atau kelelahan. Bergantung pada tempat bekuan darah berada, situasinya bisa mengancam jiwa.

Tanda Dan Gejala Darah Beku Di Kepala

Bila seseorang memiliki bekuan darah di otak, mereka bisa mengalami berbagai gejala yang berbeda. Bagi beberapa orang gejala darah beku di otak dimulai dengan sakit kepala, tapi berlanjut ke berbagai tanda lainnya, seperti kesulitan berbicara dan bahkan depresi.

Gejala Darah Beku Di Kepala

  • Sakit kepala – Biasanya terasa di satu sisi kepala dan dapat diperburuk dengan batuk atau bersin. Bagi sebagian orang, sakit kepala yang terkait dengan bekuan darah bisa membuat gerakan kepala dan aktivitas fisik menjadi sulit.
  • Kesulitan bicara – Beberapa orang mungkin mulai merosot kata-kata atau memiliki kesulitan lain dalam berbicara. Ini lebih sering terjadi bila seseorang memiliki bekuan di sisi kiri otak.
  • Kebingungan – Perlu waktu lebih lama untuk memikirkan atau memahami sesuatu.
  • Pusing – Periode pusing bisa terjadi dan mungkin disertai kebutaan sementara.
  • Perubahan kepribadian – Anda bisa merasakan tiba-tiba manik atau tiba-tiba tertekan.
  • Depresi – Hal ini bisa terjadi bila otak tidak mendapatkan jumlah oksigen yang tepat.
    Hilangnya koordinasi – Beberapa orang merasa tidak dapat bergerak dengan tingkat koordinasi yang sama, dan kemampuan untuk memindahkan objek dari satu tangan ke tangan lainnya mungkin sangat terpengaruh.
  • Kejang – Ada orang dengan bekuan darah di otak yang mengalami kejang yang berlangsung hingga dua menit.
  • Serangan iskemik – Juga disebut “mini stroke”, ini bisa menyebabkan disfungsi pada satu sisi tubuh dan berpotensi berubah menjadi stroke full-blown.
  • Kelumpuhan – Satu sisi tubuh bisa menjadi lumpuh. Lengan, kaki, dan wajah sangat terpengaruh.

Bekuan atau trombi darah  yang menghalangi arteri dan mencegah aliran darah dan oksigen ke organ bisa menyebabkan kerusakan jaringan ( infark ). Ketika bekuan darah pecah (disebut emboli ) jauh dari area yang mereka maksud untuk dilindungi, darah beku bisa membahayakan organ tubuh lainnya.

Darah beku yang menghalangi aliran darah adalah penyebab utama serangan jantung dan stroke. Darah beku juga bisa merusak organ lain :

  • Ketika gumpalan darah ( trombus ) terbentuk di satu atau lebih arteri yang memasok darah ke jantung, ia menghambat aliran darah ke bagian otot jantung, mengurangi atau mengurangi suplai oksigen ke sel-sel di daerah itu. Akibatnya, bagian otot jantung yang kekurangan oksigen mati, dan terjadi serangan jantung.
  • Gumpalan yang menghalangi aliran oksigen ke otak merupakan penyebab utama stroke.
  • Gumpalan yang terbentuk di mata bisa menyebabkan kebutaan mendadak.

Masalah pembekuan darah dan kelainan darah langka juga menyebabkan penggumpalan darah terbentuk, namun penyebab pembekuan darah tidak selalu diketahui.

Bagi beberapa wanita, penggunaan kontrasepsi oral (pil KB) dapat meningkatkan risiko pembentukan gumpalan darah. Risikonya lebih tinggi untuk wanita berusia di atas 35 tahun yang merokok atau memiliki riwayat penggumpalan darah sebelumnya.

Baca Juga : Obat Darah Beku Di Kepala

Tanda Dan Gejala Darah Beku Di Kepala

Posted By
Obat Asam Urat Terbaik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *