Pengertian Dan Definisi Penyakit Osteoporosis

By | October 14, 2017

Pengertian Dan Definisi Penyakit Osteoporosis

Selamat Datang Media Informasi sekaligus website resmi www.obatasamuratterbaik.com satu satunya distributor obat asam urat QnC Jelly Gamat yang 100% herbal alami, resmi dan terpercaya. Kami melakukan pengiriman barang keseluruh wilayah di Indonesia dengan pelayanan terbaik kami “BARANG SAMPAI BARU BAYAR” dan ” POTONGAN HARGA ” untuk jumlah pemesanan tertentu.

Pengertian Dan Definisi Penyakit Osteoporosis – Osteoporosis adalah suatu kondisi yang ditandai dengan penurunan kepadatan tulang, menurunkan kekuatan dan mengakibatkan tulang rapuh. Osteoporosis secara harfiah mengarah ke tulang keropos abnormal yang kompresibel, seperti spons.

Gangguan kerangka ini melemahkan tulang dan menyebabkan sering patah tulang (patah tulang) pada tulang. Osteopenia , menurut definisi, adalah kondisi tulang yang sedikit kurang padat dibanding tulang normal namun tidak sampai pada tingkat tulang dalam osteoporosis.

Tulang normal terdiri dari protein, kolagen, dan kalsium, yang kesemuanya memberi kekuatan pada tulang. Tulang yang terkena osteoporosis bisa pecah (patah tulang) dengan luka yang relatif ringan yang biasanya tidak menyebabkan tulang patah.

Bagian dalam tulang yang sehat memiliki ruang kecil, seperti sarang lebah. Osteoporosis meningkatkan ukuran ruang ini, menyebabkan tulang kehilangan kekuatan dan densitasnya. Selain itu, bagian luar tulang tumbuh lebih lemah dan lebih tipis.

Fraktur dapat berupa retak (seperti patah tulang pinggul ) atau roboh (seperti pada fraktur kompresi pada vertebra tulang belakang). Tulang belakang, pinggul, tulang rusuk, dan pergelangan tangan merupakan daerah yang umum patah tulang dari osteoporosis meskipun fraktur terkait osteoporosis dapat terjadi di hampir semua tulang kerangka.

Berikut ini adalah faktor-faktor yang akan meningkatkan risiko terkena osteoporosis:

  • Jenis kelamin perempuan
  • Ras Kaukasia atau Asia
  • Bingkai tubuh tipis dan kecil
  • Riwayat keluarga osteoporosis (misalnya, memiliki ibu dengan fraktur pinggul osteoporotik melipatgandakan risiko patah tulang pinggul)
  • Riwayat pribadi patah tulang saat dewasa
  • Merokok
  • Konsumsi alkohol berlebih
  • Kurang olahraga
  • Diet rendah kalsium
  • Gizi buruk dan kesehatan umum yang buruk, terutama yang berkaitan dengan peradangan kronis atau penyakit usus
  • Malabsorpsi (nutrisi tidak diserap dengan benar dari sistem gastrointestinal) dari penyakit usus, seperti sariawan celiac yang bisa dikaitkan dengan penyakit kulit, seperti dermatitis herpetiformis.
    Kadar estrogen rendah pada wanita (yang mungkin terjadi pada menopause atau dengan operasi awal pengangkatan kedua indung telur)
  • Tingkat testosteron rendah pada pria (hipogonadisme)
  • Kemoterapi yang bisa menyebabkan menopause dini akibat efek toksiknya pada ovarium
  • Amenore (hilangnya periode menstruasi ) pada wanita muda dikaitkan dengan rendahnya estrogen dan osteoporosis; amenore dapat terjadi pada wanita yang menjalani latihan olah raga yang sangat kuat dan pada wanita dengan lemak tubuh sangat rendah (misalnya wanita dengan anoreksia nervosa)
  • Peradangan kronis, karena radang sendi atau radang inflamasi kronis, seperti rheumatoid arthritis atau penyakit hati
  • Imobilitas, seperti setelah stroke , atau dari kondisi apapun yang mengganggu berjalan
  • Hipertiroidisme , suatu kondisi dimana terlalu banyak hormon tiroid diproduksi oleh kelenjar tiroid (seperti pada penyakit Grave ) atau tertelan sebagai obat hormon tiroid.
  • Hiperparatiroidisme adalah penyakit dimana ada produksi hormon paratiroid yang berlebihan oleh kelenjar paratiroid, kelenjar kecil yang terletak di dekat atau di dalam kelenjar tiroid. Biasanya, hormon paratiroid mempertahankan kadar kalsium dalam darah dengan, sebagian, menghilangkan kalsium dari tulang. Pada hiperparatiroidisme yang tidak diobati, hormon paratiroid yang berlebihan menyebabkan terlalu banyak kalsium dikeluarkan dari tulang, yang dapat menyebabkan osteoporosis.
  • Saat kekurangan vitamin D , tubuh tidak dapat menyerap kalsium dalam jumlah cukup dari makanan untuk mencegah osteoporosis. Kekurangan vitamin D dapat terjadi akibat kekurangan makanan, kekurangan sinar matahari, atau kekurangan penyerapan usus vitamin seperti yang terjadi pada saripati celiac dan sirosis bilier primer .
  • Obat tertentu dapat menyebabkan osteoporosis. Obat-obatan ini termasuk penggunaan heparin jangka panjang (pengencer darah), obat antiseizure seperti fenitoin ( Dilantin ) dan fenobarbital, dan penggunaan kortikosteroid oral jangka panjang (seperti prednisone ).
  • Kelainan bawaan jaringan ikat, termasuk osteogenesis imperfecta, homocystinuria , sindrom osteoporosis-pseudoglioma dan penyakit kulit, seperti sindrom Marfan dan sindrom Ehlers-Danlos (Penyebab osteoporosis sekunder turunan masing-masing diperlakukan secara berbeda. )
    ( Sumber : www.medicinenet.com )

Baca Juga Obat Herbal Osteoporosis

Pengertian Dan Definisi Penyakit Osteoporosis

Posted By
Obat Asam Urat Terbaik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *